Uniknya Pernikahan Tradisional Adat Minangkabau

Indonesia merupakan sebuah negara yang terdiri dari berbagai pulau dengan masayarakat yang heterogen. Berbagai suku dan budaya dengan berbagai ciri khas dan keunikan masing-masing tinggal dan hidup bersama sebagai satu kesatuan di negara Indonesia. Ada berbagai upacara kedaerahan, rumah adat, bahasa daerah, aneka kesenian, bahkan upacara adat yang berbeda-beda.

Minangkabau Wedding, Know Indonesia... Know Your Friend, p13

Image by https://commons.wikimedia.org

Salah satunya yaitu upacara pernikahan. Untuk kamu yang sudah menikah, prosesi ini pastilah menjadi salah satu moment yang tidak bisa dilupakan begitu saja. Selain berfungsi sebagai simbol perayaan, upacara pernikahan juga merupakan salah satu adat tradisional yang biasanya berlangsung dengan berbeda disetiap tempat.

Adat upacara Minangkabau termasuk dalam salah satu upacara pernikahan yang unik. Mau tahu bagaimana rangkaian upacara adat Minangkabau yang unik itu? Yuk, simak!

Prosesi Pertama: Maresek (Manapiak Bandua)

Maresek, atau sering disebut juga dengan maniak bandua merupakan prosesi pertama yang harus dilakukan untuk mengawali prosesi pernikahan sesuai adat Minangkabau. Inti dari prosesi ini adalah untuk memperkenalkan kedua keluarga dan menyampaikan maksud agar dapat disatukan dalam ikatan pernikahan. Pada umumnya, pihak laki-lakilah yang mengunjungi pihak perempuan. Namun, pada masyarakat Minangkabau, keluarga pihak perempuanlah yang mengunjungi pihak laki-laki. Unik, kan?

Prosesi Kedua: Maminang Dan Batimbang Tando

Nah, setelah prosesi pertama terlaksana, prosesi selanjutnya yaitu maminang dan batimbang tando. Dalam masyarakat jawa, prosesi ini lebih dikenal sebagai prosesi lamaran atau tunangan menurut masyarakat saat ini, atau sisetan dalam adat Jawa, dan bertukar tanda. Pada umumnya, prosesi batimbang tando atau bertukar tanda dilakukan dengan simbol bertukar cincin. Namun bisa juga hanya dengan simbol berupa janji untuk melaksanakan pernikahan.

Prosesi Ketiga: Mamintak Izin Dan Mahanta Siriah

Prosesi selanjutnya yaitu mamintak izin atau meminta izin dan mahanta siriah atau mengantar sirih. Sesuai dengan namanya, inti dari prosesi ini adalah meminta izin kepada masing-masing keluarga dan seluruh saudara serta seluruh orang yang dihormati oleh kedua calon mempelai. Pada prosesi ini, calon mempelai wanita diharuskan untuk membawa daun sirih lengkap dan calon mempelai pria juga diharuskan membawa bungkusan yang biasanya berisi tembakau dan daun nipah, yang sekarang bisa digantikan dengan rokok, tas atau bungkusan lainnya.

Prosesi Keempat: Malam Bainai

Inilah prosesi yang memiliki lagu sendiri sehingga sangat populer dalam upacara pernikahan adat Minangkabau. Prosesi ini sebenarnya sebagai ajang untuk mengungkapkan kasih sayang dan doa restu dari keluarga calon mempelai. Zaman dahulu, prosesi ini dilakukan dengan memberi inai dan melakukan prosesi mandi-mandi untuk mempelai wanita. Namun sekarang, prosesi ini cukup dilakukan dengan memberi inai dan memercikan air bunga tujuh rupa kepada calon mempelai wanita.

Prosesi Kelima: Akad Nikah Dan Penyambutan Di Rumah Anak Daro

Inilah prosesi inti dari pernikahan adat Minangkabau. Sama seperti prosesi akad nikah pada umumnya, prosesi ini biasanya digelar di masjid. Atau jika pemilik acara menghendaki untuk melakukan prosesi akad nikah di rumah, maka prosesi penyambutan di rumah calon mempelai wanita akan digelar. Acara ini biasanya akan dilengkapi dengan permainan musik tradisional, dan gadis-gadis berpakaian adat.

Prosesi Keenam: Basandiang

Setelah kelima prosesi dilalui, prosesi terakhir setelah kedua calon mempelai sah menjadi suami isteri adalah basandiang. Prosesi ini bertujuan untuk menyambut keluarga dan saudara serta teman-temanĀ  yang ingin memberikan selamat dan doa restu.

Setiap adat dan budaya memang memiliki ciri khasnya masing-masing yang sangat unik dan harus kita hormati dan lestarikan, ya. Salam budaya!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *