Cerita Dari Sumatera Barat Dalam Film (Part 1)

Sumatera Barat, siapa yang tak kenal provinsi yang satu ini. DI Sumatera Barat inilah banyak tempat-tempat menarik untuk dikunjungi. Sayang sekali jika kamu tidak pernah berkunjung keRanah Minang ini. Banyak spot menarik, seperti Jam Gadang, Ngarai Sianok, Danau Singkarak, dan tempat wisata lainnya.

Selain tempat wisata yang menarik, jangan lupakan kelezatan makanan khas Sumatera Barat. Hayo, coba deh cek apa di kotamu ada warung masakan padang. Coba deh sesekali beli makanan Padang ini. Dijamin kamu akan ketagihan

Selain makanan dan tempat wisata yang menarik, Sumatera Barat memiliki cerita yang menarik. Mulai dari cerita yang ditutunkan dari mulut ke muut atau dari generasi ke generasi  semuanya sangat menarik. Rima dan fiksi karya sastrawan Minang ini bahkan pernah diangkat ke layar lebar, sinetron, hingga mini seri. Apa saja?

  1. Film Malin Kundang

Image by : krisdasomerpes.wordpress.com

Cerita Malin Kundang sendiri tentu sudah sangat terkenal. Malin Kundang sendiri diceritakan sebagai seorang anak yang miskin,lalu merantau ke kota. Setelah merantau dan menjadi orang kaya dan sukses ia pulang ke kampungnya dan tidak mengakui ibunya. Ia pun lalu dikutuk oleh ibunya menjadi batu karena durhaka.

Di tahun 1971, film ini dibintangi oleh Rano Karno dan Putu Wijaya  dengan D.Djajakusuma  sebagai sutradara dan Asrul Sani sebagai penulis skenarionya. Namun sayang, film ini gagal mendapatkan perhatian publik.

Selain film, ceritaini juga pernah dikemas dalam bentuk dinetron dengan setting lebih modern tahun 2000 an di SCTV.  Bahkan TV 9 Malaysia juga menayangkan sinetron bertajuk cerita Malin Kundang ini, hingga akhirnya program ini mendapat penghargaan SCTV awards 2005.

2. Film Siti Nurbaya

Image by : lautanindonesia.com

Cerita Siti Nurbaya pun tak kalah terkenal dengan cerita Malin Kundang.  Cerita tentang kisah cinta yang tidak sampai ini pun mampu menyedot anime masyarakat. Roman karya Marah Rusli ini sangat popular, hingga rumah produksi pun tertarik untuk mengemas cerita dari Sumatera Barat ini dalam bentuk film.

Pada tahun 1941, film Siti Nurbaya mulai ditayangkan dengan Lie Tek Swie sebagai sutradara dengan Asmanah dan Momo serta Soejono sebagai pemeran utamanya. Lie Tek Swie sendiri adalah sutradara terkenal yang telah mengarap film melati van Agam dan Njai Dasima.

Film Siti Nurabaya yang populer  disutradari oleh Dedi Setiadi dan  ditayangkan di tahun 1991. Fil ini dibintangi artis Novia Kolopaking sebagai Siti Nurbaya dan Gusti Randa  sebagai Samsul Bahri,  dan Him Damsyik sebagai Datuk Meringgih. Di film inilah Him Damsyik sangat dikenal karena aktingnya yang sangat memukau.

Tak hanya sampai disitu saja, film Siti Nurbaya juga kembali ditayangkan tahun 2004 di Trans TV dengan konsep lebih modern. Encep Masduki sebagai sutradara menggaet aktris Nia Ramadhani untuk memerankan Siti Nurbaya, Ser Yozha Reza sebagai samsul Bahri, dan Anwar Fuady sebagai Datuk Maringgih.

Cerita Siti Nurabaya yang dojodohkan dan terpaksa harus menikah dengan orang yang terpaut jauh usianya demi membayar hutang orang tunya ini sangat terkenal dan bahkan mampu membuat orang yang menontonnya merasa kasihan terhadap Siti Nurbaya dan gemas terhadap datuk Meringgih yang jahat. Hayo, siapa yang sudah baca novel atau menonton filmnya?

Itulah beberapa cerita dari ranah Minang yang diangkat ke layar lebar, sinetron, maupun ini seri. Jangan lewatkan bagian keduanya ya Masih banyak lgi film yang sebenarnya diangkat dari cerita rakyat Minang.

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *